Kamis, 18 April 2013

Laporan Praktikum Biologi Jaringan Epidermis, Stomata, dan Parenkim pada Tanaman Kelas XI IPA


JARINGAN EPIDERMIS, STOMATA, DAN PARENKIM
PADA TANAMAN


A.  TUJUAN
1.      Mengetahui berbagai bentuk jaringan epidermis.
2.      Mengetahui berbagai bentuk dan letak stomata.
3.      Mengetahui berbagai bentuk parenkim.
4.      Mengetahui struktur dan fungsi jaringan pada tanaman.

B.  DASAR TEORI
Jika beberapa sel bersatu, saling berkaitan dan menjalankan fungsin tertentu akan membentuk jaringan. Jaringan pada tanaman ditinjau dari sifatnya ada dua, yaitu embrional dan permanen. Jaringan embrional sifat selnya aktif membelah sedang jaringan permanen sifat selnya sudah tidak aktif membelah lagi. Jaringan embrional / meristem dapat berubah menjadi jaringan permanen / dewasa yang peristiwanya disebut diferensiasi dan spesialisasi. Jaringan meristem ada dua, yaitu meristem primer dan meristem sekunder.
Jaringan dewsa yang telah mengalami spesialisasi dan diferensiasi misalnya adalah: jaringan epidermis, parenkim, kolenkim, sklerenkim, xylem, dan floem. Jaringan ini mempunyai bentuk dan fungsi khusus.
Jaringan epidermis melapisis bagian terluar dari organ, yang pada tanaman dapat mengalami modifikasi menjadi bulu akar, sel penutup stomata, trikomata, sisik, duri. Letak stomata pada permukaan atas (hydrofit) dan permukaan bawah (xerofit).
Jringan parenkim sebagi jaringan dasar, karenan mendasari jaringan-jaringan yang lain atau jaringan pengisi di antara jaringan. Berdasarkan fungsinya parenkim yaitu: airenkim (penyimpan udara), klorenkim (berklorofil untuk fotosintesis), hydrokim (penyimpan air), amilokim (penyimpan amulim).


C.  ALAT dan BAHAN
1.      Mikroskop                     8.  Daun Puring
2.      Obyek glass                   9.  Daun Rhodes color
3.      Deck glass                   10.  Daun eceng gondok
4.      Silet                             11.  Pelepah/Batang eceng gondok
5.      Pinset                          12.  Daun tebu
6.      Tissue / flanel              13.  Buah pisang
7.      Pipet

D.    CARA KERJA
          Jaringan Epidermis dan Stomata

    1.      Sayatlah permukaan atas daun Rhodes color bagian atas, letakkan pada obyek glass, tetesi air, tutup dengan deck glass, amati di bawah mikroskop dengan perbesaran kecil, lalu gambar dengan perbesaran dengan perbesaran lemah (10 x 10) dan berilah keterangan.
    2.        Sayatlah permukaan atas daun Rhodes color bagian bawah, letakkan pada obyek glass, tetesi air, tutup dengan deck glass, amati di bawah mikroskop dengan perbesaran kecil, lalu gambar dengan perbesaran dengan perbesaran lemah (10 x 10) dan berilah keterangan.
    3.            Lakukan cara yang sama untuk daun eceng gondok seperti kegiatan a dan b.
    4.            Lakukan cara yang sama untuk daun puring seperti kegiatan a dan b.
  • Jaringan Parenkim


1.      Sayatlah melintang batang eceng gondok, letakkan pada obyek glass, tetesi air, tutup dengan deck glass, amati di bawah mikroskop dengan perbesaran kecil, lalu gambar dengan perbesaran dengan perbesaran lemah (10 x 10) dan berilah keterangan.
2.      Sayatlah buah pisang setipis mungkin, letakkan pada obyek glass, tetesi air, tutup dengan deck glass, amati di bawah mikroskop dengan perbesaran kecil, lalu gambar dengan perbesaran dengan perbesaran lemah (10 x 10) dan berilah keterangan.

F.     DISKUSI & PERTANYAAN

1.      Dari hasil pengamatan, bagaimana bentuk jaringan epidermis?
Jawab:
      Berdasarkan hasil pengamatan, jaringan epidermis berbentuk segi panjang. Sel-sel epidermis rapat dan tidak memiliki ruang antar sel.

  1. Dari hasil pengamatan, di mana letak jaringan epidermis dan apa fungsinya?
Jawab:
      Berdasarkan hasil pengamatan, letak jaringan epidermis terletak pada permukaan atas dan bawah daun. Pada permukaan atas daun, jaringan epidermis berfungsi untuk melindungi jaringan / bagian dalam organ tumbuhan. Pada bagian bawah daun, jaringanm epidermis bermodifikasi menjadi stomata yang berfungsi sebagai jalan masuk CO2 dari udara dan keluarnya O2 hasil fotosintesis, jalan traspirasi, dan jalan respirasi.

  1. Apa persamaan dan perbedaan antara jaringan permukaan atas dibandingkan dengan jaringan permukaan bawah daun?
Jawab:
Persamaan:
    • Pada jaringan permukaan atas dan bawah daun terdapat jaringan epidermis yang berfungsi untuk melindungi jaringan yang ada di sebelah dalamnya.

Perbedaan:
    • Pada jaringan permukaan atas atas, jaringan epidermis berfungsi sebagai pelindung terhadap hilangnya air karena penguapan, kerusakan mekanik, perubahan suhu, dan hilangnya zat-zat makanan.
    • Pada jaringan permukaan bawah, jaringan epidermis telah mengalami modifikasi. Misalnya membentuk stomata seperti yang tampak pada hasil pengamatan.

  1. Bagaimana bentuk dan letak jaringan parenkim?
            Jawab:
      Pada umumnya, jaringan parenkim berbentuk polihedral, berukuran besar dan tipis, memiliki ruang antar sel yang banyak sehingga letaknya tidak rapat. Jaringan parenkim merupakan jaringan dasar yang hampir ditemukan di semua organ tumbuhan seperti akar, batang, dan daun.

  1. Dari hasil pengamatan anda, apa fungsi jaringan parenkim pada pisang dan pelepah eceng gondok?
Jawab:
    • Fungsi jaringan parenkim pada pisang:

Menyimpan cadangan makanan dan berupa butir-butir tepung.
    •  Fungsi jaringan parenkim pada pelepah eceng gondok:


Sebagai aerasi (pertukaran udara).

  1. Jelaskan fungsi lain dari jaringan parenkim! Carilah dari sumber pustaka!
Jawab:
    • Parenkim Asimilasi

Jaringan parenkim tempat zat-zat makanan melalui fotosintesis.
    •  Parenkim Penimbun

Jaringan yang menyimpan cadangan makan karena memiliki vakuola yang besar.
    • Parenkim Air

Jaringan yang mampu menyimpan air, khususnya bagi tumbuhan xerofit yang memiliki sel besat berdinding tipis dengan vakuola besar di tengah yang berisi air.
    • Parenkim Pengangkut

Jaringan parenkim yang terdapat di sekitar xilem yang mengangkut air dan unsur hara, serta di sekitar floem mengedarkan zat-zat makanan hasil fotosintesis.
    • Parenkim Penutup Luka

Jaringan parenkim yang mempunyai kemampuan regenerasi (pemulihan diri) dengan cara embrional (meristematik) kembali.


  1. Apa aplikasi dari kegiatan pengamatan ini? Jelaskan!
            Jawab:
Aplikasi dari kegiatan pengamatan ini adalah kita dapat membedakan  bentuk dan fungsi jaringan epidermis dan jaringan parenkim yang terdapat pada tumbuh. Selain itu berbagai bentuk jaringan epidermis pada setiap tanaman, membuat kita menjadi lebih tahu karakter dari tanaman. Ada pula jaringan parenkim yang memiliki fungsi khusus yang berbeda pada setiap tumbuhan. Hal itu bisa disesuaikan dengan karakter tumbuhan tersebut.

G.    KESIMPULAN
  • Jaringan epidermis berbentuk persegi panjang. Sel-sel epidermis rapat dan tidak memiliki ruang antar sel.
  • Jaringan epidermis berfungsi untuk melindungi bagian jaringan tumbuhan yang ada di sebelah dalam.
  • Jaringan epidermis pada tanaman mengalami modifikasi menjadi bulu akar, sel penutup stomata, trikomata, sisik, dan duri.
  • Pada bagian bawah daun, jaringan epidermis bermodifikasi menjadi stomata sebagai jalan masuk CO2 dari udara dan keluarnya O2 hasil fotosintesis, jalan transpirasi, dan jalan respirasi. Bentuk stomata oval seperti bibir.
  •  Jaringan parenkim berbentuk segi banyak atau segi enam pada umumnya, berukuran besar dan tipis, memiliki ruang antar sel yang banyak sehingga letaknya tidak rapat.
  • Jaringan parenkim memiliki fungsi-fungsi khusus pada setiap tumbuhan. Misalnya airenkim (penyimpanan udara), klorenkim (berklorofil untuk fotosintesis), hydrokim (tempat penyimpanan air), dan amilokim (tempat penyimpanan amilum).
     



DAFTAR PUSTAKA 

Campbel, Recce-Mitchell, 2004. Biologi, Edisi ke lima, Erlangga; Jakarta
Ign. Khristiyono, PS. SPd. M.M., 2006. Biologi Esis, Jakarta
Mohammad Abas Drs, Dkk, 2005. Biologi, Yudhistira Jakarta
Gunawan Susilowarno Dkk, 2005. Biologi SMA, PT  Grasindo Jakarta
Slamet Prawirohartono, 2005. Sains Biologi, Bumi Aksara, Jakarta

#NB: Untuk lebih lengkapnya kalian bisa unduh filenya disini


3 komentar: